jogjahub.com

komunitas kesehatan pendidikan dan keuangan yogyakarta indonesia

LAINNYA Kanker kita adalah kanker yang paling umum di dunia

Organisasi Kesehatan Dunia WHO barubaru ini memperkirakan jumlah penderita kanker di seluruh dunia akan meningkat sebesar 77 menjadi 35 juta orang pada tahun 2050

Terdapat 10 jenis kanker yang menyebabkan sekitar dua pertiga kasus baru dan kematian di seluruh dunia. Terdapat tiga jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak; kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker paru-paru. Kanker payudara menempati urutan kedua dengan 2,3 juta kasus (11,6%), disusul kanker payudara dengan 1,9 juta kasus (9,6%).

Selanjutnya, kanker prostat dengan 1,5 juta kasus atau 7,3 persen dan kanker lambung yakni 970.000 kasus atau 4,9 persen.

Sementara itu, kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker dengan 1,8 juta kematian atau 18,7 persen dari total kematian akibat kanker. 

Munculnya kembali kanker paru-paru sebagai kanker yang paling umum kemungkinan besar terkait dengan penggunaan tembakau atau rokok yang terus-menerus di Asia.

Kanker berdasarkan jenis kelamin

Terdapat beberapa perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam hal kejadian dan kematian akibat kanker. Bagi wanita, kanker yang paling sering terdiagnosis dan penyebab utama kematian adalah kanker payudara, sedangkan pada pria adalah kanker paru-paru.

Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada wanita di sebagian besar negara yakni 157 dari 185.

Bagi pria, kanker prostat dan kolorektal merupakan kanker kedua dan ketiga yang paling sering terjadi, sedangkan kanker hati dan kolorektal merupakan penyebab kematian akibat kanker kedua dan ketiga yang paling umum.

Bagi perempuan, kanker paru-paru dan kolorektal menempati urutan kedua dan ketiga dalam hal jumlah kasus baru dan jumlah kematian.

Kanker serviks merupakan kanker kedelapan yang paling umum terjadi secara global dan penyebab kematian akibat kanker kesembilan, terhitung 661.044 kasus baru dan 348.186 kematian.

Penyakit ini merupakan kanker paling umum pada wanita di 25 negara, sebagian besar berada di Afrika Sub-Sahara. Meskipun tingkat kejadiannya berbeda-beda, kanker serviks dapat dihilangkan sebagai masalah kesehatan masyarakat melalui peningkatan Inisiatif Penghapusan Kanker Serviks WHO.